Warning: getimagesize(https://falanesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Emily_Dickinson_daguerreotype_cropped-1.webp): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/jwlxmuck/falanesia.com/wp-content/plugins/easy-social-share-buttons3/lib/modules/social-share-optimization/class-opengraph.php on line 630
Membaca Goenawan Mohamad - FALANESIA
Oktober 20, 2026

Membaca Goenawan Mohamad

Redaksi

Redaksi Redaksi Fala

Goenawan Mohamad

Saya mengenal Goenawan Mohamad bukan dari pertemuan langsung. Saya mengenalnya melalui tulisan-tulisannya. Bagi saya, Goenawan bukan hanya seorang penyair, wartawan, dan penulis esai. Ia adalah seseorang yang mampu mengajak pembaca berpikir melalui kalimat-kalimat yang tenang.

Saya menyukai tulisannya karena ia tidak selalu memberikan jawaban. Ia justru sering meninggalkan pertanyaan. Dari pertanyaan itulah saya belajar melihat suatu persoalan dengan lebih luas.

Tulisan Goenawan tidak banyak berteriak. Ia seperti suara pelan yang datang dari kejauhan, tetapi tetap tinggal lama dalam pikiran.

Melalui Catatan Pinggir, ia menulis tentang banyak hal: kehidupan, politik, sejarah, kebebasan, kekuasaan, dan manusia. Tema-tema besar itu disampaikannya dengan bahasa yang lembut dan penuh renungan.
Kadang saya tidak langsung memahami tulisannya. Ada bagian yang harus saya baca dua atau tiga kali. Namun saya justru menikmati proses itu.

Bagi saya, tulisan yang baik tidak selalu harus mudah disimpulkan. Ada tulisan yang perlu disimpan sebentar di dalam pikiran. Setelah beberapa waktu, maknanya baru terasa. Goenawan juga mengajarkan bahwa seorang penulis tidak harus merasa paling tahu. Menulis dapat menjadi cara untuk bertanya, meragukan, dan memahami kehidupan.

Saya mengaguminya bukan karena selalu setuju dengan semua pemikirannya. Saya mengaguminya karena tulisannya membuat saya ingin berpikir lebih dalam.
Di tengah dunia yang semakin ramai, Goenawan memilih menulis dengan tenang. Di tengah banyak orang yang ingin terlihat paling benar, ia memberi ruang bagi keraguan.

Saya tidak pernah duduk dan berbicara langsung dengannya. Namun melalui tulisan-tulisannya, saya merasa pernah diajak berjalan jauh.

Dari Goenawan Mohamad, saya belajar bahwa sebuah tulisan tidak harus keras untuk menjadi kuat. Kadang, kalimat yang paling sederhana justru paling lama tinggal di dalam ingatan.

Catatan ini merupakan catatan pribadi Mursal Bahtiar, seorang wartawan dan pengagum karya-karya Goenawan Mohamad.

Berita Lainnya

19 Oktober 2026

Rangkap Jabatan Guru PPPK Paruh Waktu dan BPD Desa Lele Disorot, Berpotensi Double Funding

19 Oktober 2026

Membangun Generasi Emas: Kapolres Halsel Jadi Pembina Upacara di SMAN 7 Lewat Program Polidik

18 Oktober 2026

Hasil Tes Urine KRYD Halsel: Kafe Fortune Jadi Sorotan.

17 Oktober 2026

Tujuh Menit Terakhir Irham Aljokja

17 Oktober 2026

Minta Nakes Humanis, Bupati Bassam Kasuba Pastikan Seluruh Warga Halsel Dapat Layanan Kesehatan Layak

16 Oktober 2026

Jalan Lingkar Makian Berpolemik, Tokoh Pemuda Siap Kawal Proyek Rp 10,5 Miliar

Trending

Membangun Generasi Emas: Kapolres Halsel Jadi Pembina Upacara di SMAN 7 Lewat Program Polidik

Hasil Tes Urine KRYD Halsel: Kafe Fortune Jadi Sorotan.

Tujuh Menit Terakhir Irham Aljokja

Minta Nakes Humanis, Bupati Bassam Kasuba Pastikan Seluruh Warga Halsel Dapat Layanan Kesehatan Layak