Warning: getimagesize(https://falanesia.com/wp-content/uploads/2026/07/Emily_Dickinson_daguerreotype_cropped-1.webp): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/jwlxmuck/falanesia.com/wp-content/plugins/easy-social-share-buttons3/lib/modules/social-share-optimization/class-opengraph.php on line 630
Membaca Goenawan Mohamad - FALANESIA
Agustus 31, 2026

Membaca Goenawan Mohamad

Redaksi

Redaksi Redaksi Fala

Goenawan Mohamad

Saya mengenal Goenawan Mohamad bukan dari pertemuan langsung. Saya mengenalnya melalui tulisan-tulisannya. Bagi saya, Goenawan bukan hanya seorang penyair, wartawan, dan penulis esai. Ia adalah seseorang yang mampu mengajak pembaca berpikir melalui kalimat-kalimat yang tenang.

Saya menyukai tulisannya karena ia tidak selalu memberikan jawaban. Ia justru sering meninggalkan pertanyaan. Dari pertanyaan itulah saya belajar melihat suatu persoalan dengan lebih luas.

Tulisan Goenawan tidak banyak berteriak. Ia seperti suara pelan yang datang dari kejauhan, tetapi tetap tinggal lama dalam pikiran.

Melalui Catatan Pinggir, ia menulis tentang banyak hal: kehidupan, politik, sejarah, kebebasan, kekuasaan, dan manusia. Tema-tema besar itu disampaikannya dengan bahasa yang lembut dan penuh renungan.
Kadang saya tidak langsung memahami tulisannya. Ada bagian yang harus saya baca dua atau tiga kali. Namun saya justru menikmati proses itu.

Bagi saya, tulisan yang baik tidak selalu harus mudah disimpulkan. Ada tulisan yang perlu disimpan sebentar di dalam pikiran. Setelah beberapa waktu, maknanya baru terasa. Goenawan juga mengajarkan bahwa seorang penulis tidak harus merasa paling tahu. Menulis dapat menjadi cara untuk bertanya, meragukan, dan memahami kehidupan.

Saya mengaguminya bukan karena selalu setuju dengan semua pemikirannya. Saya mengaguminya karena tulisannya membuat saya ingin berpikir lebih dalam.
Di tengah dunia yang semakin ramai, Goenawan memilih menulis dengan tenang. Di tengah banyak orang yang ingin terlihat paling benar, ia memberi ruang bagi keraguan.

Saya tidak pernah duduk dan berbicara langsung dengannya. Namun melalui tulisan-tulisannya, saya merasa pernah diajak berjalan jauh.

Dari Goenawan Mohamad, saya belajar bahwa sebuah tulisan tidak harus keras untuk menjadi kuat. Kadang, kalimat yang paling sederhana justru paling lama tinggal di dalam ingatan.

Catatan ini merupakan catatan pribadi Mursal Bahtiar, seorang wartawan dan pengagum karya-karya Goenawan Mohamad.

Berita Lainnya

28 Agustus 2026

Gubernur Sherly Tjoanda dan Harita Nickel Buka Lebih Banyak Peluang untuk Maluku Utara

26 Agustus 2026

Di Hadapan 503 Mahasiswa Baru, Presiden Dema IAIN Ternate Kadir Ikram Bicara Keras soal Budaya Baca

25 Agustus 2026

Kusu Island Resort Dilidik Polda Malut, DPRD Halsel Siapkan Kunjungan Lapangan

25 Agustus 2026

Halsel Sumbang 210 Kasus HIV, Politisi Gerindra Desak Pengawasan Diperketat

23 Agustus 2026

SIWO PWI Sentil Format Baru Bupati Cup Halsel: Jangan Tiap Tahun Cuma Cetak Juara

23 Agustus 2026

Federalisme Kantong Kosong

Trending

Di Hadapan 503 Mahasiswa Baru, Presiden Dema IAIN Ternate Kadir Ikram Bicara Keras soal Budaya Baca

Kusu Island Resort Dilidik Polda Malut, DPRD Halsel Siapkan Kunjungan Lapangan

Halsel Sumbang 210 Kasus HIV, Politisi Gerindra Desak Pengawasan Diperketat

SIWO PWI Sentil Format Baru Bupati Cup Halsel: Jangan Tiap Tahun Cuma Cetak Juara