Fala.co.id — Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, terus bertambah. Dinas Kesehatan (Dinkes) Halsel mencatat 210 kasus HIV hingga Juli 2026.
Data tersebut merupakan akumulasi 183 kasus yang tercatat sepanjang 2024-2025 serta 27 kasus baru pada Januari-Juli 2026.
“Yang sebelumnya 183 orang, dan sementara ini ada 27 orang lagi,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Halsel, Asia Hasyim, belum lama ini.
Asia mengatakan, temuan kasus HIV tersebut salah satunya diperoleh melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dalam program itu, petugas kesehatan melakukan screening terhadap masyarakat di rumah sakit maupun puskesmas.
Screening juga menyasar kalangan pelajar. Namun, menurut Asia, mayoritas kasus HIV ditemukan pada orang dewasa.
“CKG ini kita menyasar anak-anak sekolah juga, di situ dilakukan juga screening. Tapi masyoritas orang dewasa yang mengidap HIV,” ujar Asia.

Bertambahnya kasus HIV mendapat perhatian dari DPRD Halsel. Wakil Ketua Komisi I DPRD Halsel, Iksan U. Basrah, meminta Pemerintah Kabupaten Halsel memperketat pengawasan terhadap mobilitas orang dari luar daerah.
Iksan mengusulkan pelabuhan dan bandara dapat menjadi titik pengawasan kesehatan bagi penumpang yang baru tiba di Halsel.
“Langkah ini untuk mengantisipasi jangan sampai orang dari luar yang sudah postif HIV, bawa masuk ke Halmahera Selatan,” kata Iksan, Selasa (25/8/2026).
Politisi Partai Gerindra itu juga mendorong Dinkes Halsel meningkatkan pelaksanaan CKG di tengah masyarakat, termasuk kalangan pelajar.
Menurut Iksan, pemeriksaan secara berkala penting untuk mempercepat identifikasi kasus sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
“HIV ini kan kemudian menjadi AIDS. Kalau sudah ke tingkat AIDS, informasinya sudah tidak mungkin disembuhkan,” pungkasnya. (*)
