Agustus 30, 2026

Tugas Rescue Bertambah, Damkar Halmahera Selatan Terkendala Armada dan Peralatan

Mursal Kautsar

Mursal Kautsar Redaksi Fala

Indra Faris Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Halmahera Selatan (Foto: Fala.co.id)

FALA.CO.ID, LABUHA – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Halmahera Selatan menghadapi peningkatan beban kerja setelah memperoleh tugas tambahan dalam bidang penyelamatan atau rescue. Namun, perluasan tanggung jawab tersebut belum sepenuhnya ditunjang fasilitas, perlengkapan keselamatan, dan armada operasional yang memadai.

Selain melakukan pencegahan dan pemadaman kebakaran, petugas Damkar dituntut tetap siaga menghadapi berbagai kondisi darurat. Tugas itu meliputi pemadaman kebakaran pada bangunan, lahan dan kendaraan, evakuasi korban bencana maupun kecelakaan lalu lintas, hingga penanganan hewan berbahaya seperti ular.

Damkar juga memiliki tanggung jawab melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran serta pemeriksaan sistem proteksi kebakaran pada bangunan dan fasilitas umum.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Halmahera Selatan, Indra Faris, mengatakan tugas penyelamatan membutuhkan fasilitas khusus yang berbeda dengan perlengkapan pemadaman kebakaran.

“Kita di Damkar sebenarnya kekurangan fasilitas, karena ada tugas lain seperti Rescue (penyelamatan) yang butuh fasilitas tambahan,” ungkap Kepala Damkar, Indra Faris, kepada wartawan, Selasa 16 Juni 2026.

Menurut Indra, tingginya beban kerja harus diimbangi dengan ketersediaan perlengkapan operasional dan alat pelindung diri. Peralatan yang tidak memadai bukan hanya menghambat proses evakuasi, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan petugas yang diterjunkan ke lokasi kejadian.

“Beban kerja kita cukup tinggi, namun fasilitas kita kurang memadai. Misalnya, perlengkapan tim, sangat tidak memadai, sehingga ketika proses penyelamatan, justru tim Damkar yang rentan tidak bisa terselamatkan,” jelasnya.

Indra berharap masyarakat dapat memahami keterbatasan yang sedang dihadapi Damkar Halmahera Selatan. Sebab, setiap permintaan pertolongan membutuhkan peralatan dan sarana yang sesuai dengan jenis serta tingkat risiko kejadian.

Keterbatasan paling terasa ketika petugas harus terlibat dalam penanganan kecelakaan laut. Hingga kini, Damkar Halmahera Selatan belum memiliki armada khusus yang dapat digunakan untuk mendukung proses pencarian, evakuasi, dan penyelamatan di perairan.

“Misalnya, saat ini Damkar memiliki satu tugas tambahan yakni Rescue (penyelamatan) yakni, ketika ada kecelakaan laut, Damkar harus terlibat, tapi saat ini Damkar tidak memiliki Armada, sehingga proses penyelamatan atau bantuan sedikit mengalami kendala,” pungkasnya.

Berita Lainnya

28 Agustus 2026

Gubernur Sherly Tjoanda dan Harita Nickel Buka Lebih Banyak Peluang untuk Maluku Utara

26 Agustus 2026

Di Hadapan 503 Mahasiswa Baru, Presiden Dema IAIN Ternate Kadir Ikram Bicara Keras soal Budaya Baca

25 Agustus 2026

Kusu Island Resort Dilidik Polda Malut, DPRD Halsel Siapkan Kunjungan Lapangan

25 Agustus 2026

Halsel Sumbang 210 Kasus HIV, Politisi Gerindra Desak Pengawasan Diperketat

23 Agustus 2026

SIWO PWI Sentil Format Baru Bupati Cup Halsel: Jangan Tiap Tahun Cuma Cetak Juara

23 Agustus 2026

Federalisme Kantong Kosong

Trending

Di Hadapan 503 Mahasiswa Baru, Presiden Dema IAIN Ternate Kadir Ikram Bicara Keras soal Budaya Baca

Kusu Island Resort Dilidik Polda Malut, DPRD Halsel Siapkan Kunjungan Lapangan

Halsel Sumbang 210 Kasus HIV, Politisi Gerindra Desak Pengawasan Diperketat

SIWO PWI Sentil Format Baru Bupati Cup Halsel: Jangan Tiap Tahun Cuma Cetak Juara