Falanesia.com – Proyek pembangunan jalan lapen sepanjang 2,6 kilometer di Kecamatan Makian Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, terus dikebut. Hingga awal November 2026, pengerjaan pengaspalan dilaporkan telah mencapai sekitar 1 kilometer dari total panjang jalan yang ditargetkan.
Proyek dengan anggaran Rp 4,7 miliar tersebut dikerjakan CV Tiga Putri Mandiri dengan masa pelaksanaan 189 hari kalender sesuai kontrak kerja.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Halmahera7 Selatan, Ridwan, mengatakan pekerjaan masih berlangsung sehingga belum dapat dilakukan penilaian akhir terhadap keseluruhan kualitas hasil pembangunan.
Dia menegaskan, apabila terdapat bagian badan jalan yang belum rata dalam proses pengaspalan, hal tersebut masih bisa dibenahi selama pekerjaan belum dinyatakan selesai.
“Proyek jalan lapen di Makian Barat masih berlangsung. Kalau ada pihak yang klaim bermasalah atau tidak sesuai spesifikasi dengan kualitas jalan, wajar saja sebagai fungsi kontrol masyarakat. Pastinya kalau ada kedapatan badan jalan dalam pengaspalan belum merata, tinggal dibenahi,” ujar Ridwan, Rabu (4/11/2026).
Ridwan meminta masyarakat tetap mengawal proses pembangunan tersebut. Menurutnya, pengawasan publik penting agar pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan tidak menyisakan persoalan ketika nantinya difungsikan.
Dia menyebutkan, dari total volume pekerjaan sepanjang 2,6 kilometer, pengaspalan yang telah terealisasi saat ini sekitar 1 kilometer. Pihaknya optimistis proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai target pada akhir Desember 2026 selama tidak ada kendala di lapangan.
“Anggaran proyek jalan lapen ruas Makian Barat dialokasikan Rp 4,7 miliar dengan volume 2,6 kilometer. Hingga sekarang tahap pengaspalannya masih berlangsung, untuk progresnya sudah sekitar 1 kilometer yang diaspal. Insyaallah proyek yang dikerjakan tidak bermasalah hingga tuntas akhir Desember 2026,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ridwan mengungkapkan tantangan pengerjaan proyek berada pada mobilisasi material. Pasalnya, kebutuhan pasir dan batu untuk pembangunan jalan tersebut harus didatangkan dari Pulau Bacan menuju Kecamatan Makian Barat.
Material diangkut menggunakan kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) untuk menunjang kelancaran pekerjaan di lokasi proyek.
“Iya, kalau proyek jalan lapen di Makian Barat materialnya diangkut menggunakan LCT dari Bacan. Kalau tidak ada kendala, kami pastikan progres pekerjaan segera tuntas akhir Desember,” pungkasnya.
