FALA.CO.ID, LABUHA – Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di SD Negeri 80 Halmahera Selatan tak berhenti pada kemeriahan. Sekolah di Desa Kupal, Kecamatan Bacan Selatan, itu menggelar lomba kelas untuk menumbuhkan budaya bersih, kreativitas, literasi dan keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak.
Seluruh ruang belajar, mulai kelas I hingga kelas VI, dinilai pada Sabtu (22/8/2026). Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Halmahera Selatan, Nurjana Badar, turun langsung sebagai tim penilai bersama pihak sekolah.
Kepala SDN 80 Halmahera Selatan, Amir Ode Arsad, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari rapat dan usulan dewan guru menjelang perayaan kemerdekaan.
“Dari hasil rapat dan usulan dewan guru, kami membuat lomba antarsiswa dan antarkelas. Berkat dukungan guru dan orang tua siswa, kegiatan ini bisa berjalan,” kata Amir.
Dukungan wali murid menjadi kekuatan utama dalam membenahi setiap ruangan. Mereka ikut mengecat dinding, menata kelas hingga melengkapi kebutuhan belajar yang sebelumnya belum tersedia.
“Dukungan orang tua sangat luar biasa. Sejak persiapan sampai pelaksanaan, mereka ikut bekerja, bahkan sampai malam. Orang tua sendiri yang mengecat dan membenahi ruang kelas,” ujarnya.
Menurut Amir, anggaran sekolah hanya menjadi pemantik. Sebagian besar kebutuhan dipenuhi melalui semangat gotong royong para wali murid.
Penilaian lomba tidak hanya bertumpu pada keindahan dekorasi. Tim juri menilai tiga aspek utama, yakni kebersihan kelas dan lingkungan, kelengkapan sarana pembelajaran serta penataan ruang.
“Yang paling menonjol adalah penataan kelas dan sarana pendukung pembelajaran, terutama pojok baca. Kami melihat sumber bacaan, jumlah dan judul buku, serta kenyamanan tempatnya agar anak tertarik membaca,” jelas Nurjana.
Nurjana menyebut kegiatan tersebut sebagai yang pertama melibatkan Bidang Pendidikan Dasar dalam penjurian lomba kelas sejak dirinya menjabat.
Menurutnya, perlombaan ini membawa pesan pendidikan yang lebih luas. Anak-anak tidak hanya diajak menjaga kebersihan, tetapi juga melihat secara langsung kepedulian orang tua terhadap sekolah mereka.
“Tidak sekadar pintar, anak-anak juga harus sehat. Lingkungan yang bersih dan nyaman akan mendukung proses belajar mereka,” katanya.
Salah seorang wali murid, Nuralila Sangaji, mengatakan antusiasme anak-anak sudah terasa sejak sebelum penilaian. Mereka kerap menceritakan lomba tersebut di rumah dan ingin terlibat dalam setiap persiapan.
“Orang tua menganggap sekolah ini milik kita semua. Karena itu, kami ingin memberikan yang terbaik untuk sekolah,” ujar Nuralila.
Ia berharap kebiasaan menjaga kebersihan dan kerapian tidak berakhir setelah lomba selesai.
“Harapan kami, semangat ini terus dijaga. Jangan hanya saat ada lomba, tetapi harus dilakukan setiap hari,” pungkasnya.
