FALANESIA,HALSEL — Menjelang pelaksanaan Musyawarah ke-III MAKAYOA Halmahera Selatan (Halsel) periode 2026–2029, dinamika internal organisasi mulai menghangat. Masdar Mansur menyambut momentum ini dengan secara resmi menyatakan kesiapannya untuk bertarung dalam bursa kepemimpinan mendatang.
Langkah ini menjadi bagian dari dinamika sehat organisasi yang terus bergerak dinamis menjelang musyawarah untuk menentukan arah kepemimpinan serta masa depan MAKAYOA Halsel.
Masdar menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam kontestasi Musyawarah ke-III akan berpedoman teguh pada aturan main organisasi. Ia berkomitmen untuk senantiasa tunduk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta mekanisme yang sah.
“Keikutsertaan saya dalam Musyawarah ke-III MAKAYOA Halsel harus melalui mekanisme yang sah dan berpedoman pada AD/ART, bukan berdasarkan kepentingan pribadi maupun kelompok,” tegas Masdar, Kamis (15/10/2026).
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa musyawarah ini merupakan momentum penting untuk membenahi dan memperkuat tata kelola organisasi, menjaga nilai-nilai demokrasi, serta memastikan proses pemilihan berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Ia menaruh harapan besar agar Musyawarah ke-III MAKAYOA Halsel dapat menjadi ruang terbuka dan inklusif bagi seluruh peserta untuk menyampaikan aspirasi. Ia mengimbau agar seluruh elemen organisasi mengedepankan semangat persatuan, rasa kekeluargaan, dan tanggung jawab bersama selama proses berlangsung.
Bagi Masdar, kepentingan organisasi tetap menjadi prioritas tertinggi di atas segalanya. Ia berharap hasil dari Musyawarah ke-III ini kelak dapat diterima dengan lapang dada oleh semua pihak dan menjadi landasan kokoh untuk membawa MAKAYOA Halsel ke arah yang jauh lebih baik.
