Oktober 19, 2026

Pasar Remu Direvitalisasi, Pemkot Sorong Tampung Aspirasi Pedagang dan Akademisi

Atadro Website Redaksi

Atadro Website, Redaksi Redaksi Fala

SORONG-Pemerintah Kota Sorong menampung berbagai aspirasi dari pedagang dan kalangan akademisi dalam konsultasi publik rencana revitalisasi Pasar Sentral Remu, sebagai langkah awal mewujudkan pasar modern yang aman, nyaman, dan tertata.

Konsultasi Publik Tahap I merupakan tahapan yang dilaksanakan oleh Dinas Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup (DPPLH) Kota Sorong, guna membahas serta memperoleh saran dan masukan dari para pemangku kepentingan terkait persetujuan dokumen lingkungan yang wajib dimiliki dalam kegiatan revitalisasi Pasar Remu yaitu DELH (Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup)

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pemenuhan ketentuan peraturan perundang-undangan, sebagaimana diatur dalam PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Wakil Wali Kota Sorong, Anshar Karim, mengungkapkan bahwa dalam konsultasi publik tersebut, pihaknya menyerap banyak aspirasi dari kalangan akademisi hingga para pedagang pasar. Fokus utama masukan tersebut mencakup aspek keamanan bangunan dan kenyamanan lingkungan.

“Tadi banyak masukan mengenai sistem pemadam kebakaran serta perbaikan drainase untuk mengantisipasi banjir. Konsultan akan segera melengkapi dokumen Amdal-nya berdasarkan masukan tersebut,” ujar Anshar Karim.

Terkait teknis pelaksanaan, Anshar menjelaskan bahwa pembangunan fisik akan dimulai segera setelah proses relokasi pedagang tuntas. Pemerintah telah menyiapkan lahan seluas sekitar 2 hektare di depan Toko Jupiterbsebagai lokasi pasar sementara.

Lahan tersebut dipastikan mampu menampung seluruh elemen pedagang, mulai dari pedagang toko hingga pedagang kaki lima (PKL). “Dukungan dari para pedagang untuk bersedia direlokasi sangat krusial. Jika relokasi tidak berjalan lancar, pembangunan akan sulit dilakukan,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Penyusun Dokumen Sosial Ekonomi dari konsultan DLH Kota Sorong, Hendra Poltak menekankan bahwa revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan solusi atas masalah lingkungan yang kerap melanda Pasar Remo, termasuk insiden kebakaran dan masalah banjir.

“Pasar ini adalah roda penggerak ekonomi, namun usianya sudah 40 tahun. Faktor lingkungan adalah hal krusial, terutama pengelolaan sampah,” kata Hendra.

Hendra memperingatkan bahwa tanpa pengelolaan yang terintegrasi, tumpukan sampah harian dapat berdampak buruk pada kesehatan masyarakat dan citra kota.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Sentral Remo, Ahmad Yani, memberikan apresiasi tinggi atas perhatian Pemerintah Kota Sorong. Pihaknya menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung program revitalisasi ini.

“Kami sangat berterima kasih. Harapan kami, pembangunan ini memperhatikan dampak selama masa konstruksi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti banjir. Kami ingin Pasar Remu nantinya benar-benar menjadi ikon kebanggaan Kota Sorong,” pungkasnya.(cik)

Berita Lainnya

18 Oktober 2026

Hasil Tes Urine KRYD Halsel: Kafe Fortune Jadi Sorotan.

17 Oktober 2026

Tujuh Menit Terakhir Irham Aljokja

17 Oktober 2026

Minta Nakes Humanis, Bupati Bassam Kasuba Pastikan Seluruh Warga Halsel Dapat Layanan Kesehatan Layak

16 Oktober 2026

Jalan Lingkar Makian Berpolemik, Tokoh Pemuda Siap Kawal Proyek Rp 10,5 Miliar

16 Oktober 2026

Suksesi Muslub ke III, Poros Muda Makayoa Resmi Bentuk Struktur Panitia

15 Oktober 2026

Sambut Musyawarah ke-III MAKAYOA Halsel: Masdar Mansur Nyatakan Kesiapan Bertarung

Trending

Tujuh Menit Terakhir Irham Aljokja

Minta Nakes Humanis, Bupati Bassam Kasuba Pastikan Seluruh Warga Halsel Dapat Layanan Kesehatan Layak

Jalan Lingkar Makian Berpolemik, Tokoh Pemuda Siap Kawal Proyek Rp 10,5 Miliar

Suksesi Muslub ke III, Poros Muda Makayoa Resmi Bentuk Struktur Panitia