Oktober 20, 2026

Aksi samurai Distrik Unsan Tolak Parkir Berbayar di RSUD Labuha: Utamakan Nyawa, Bukan Parkir Berbayar

Suryadi Hanafi

Suryadi Hanafi Redaksi Fala

Aksi penolakan Parkiran di RSUD Labuha di warnai dengan Bakar Ban

FALANESIA.com — Rencana penerapan parkir berbayar di RSUD Labuha menuai penolakan keras. Samurai Maluku Utara menilai kebijakan tersebut salah arah jika pelayanan kesehatan justru dibarengi dengan pungutan kepada masyarakat.

Penolakan itu disampaikan dalam aksi yang dipimpin Koordinator Lapangan (Korlap) Wahyudi M. Nur. Massa menilai pemerintah daerah dan manajemen RSUD Labuha seharusnya membenahi kualitas pelayanan, fasilitas, kebersihan dan pengelolaan limbah sebelum memikirkan pungutan parkir.

“Jangan jadikan rumah sakit sebagai ladang pendapatan dengan membebani masyarakat yang sedang mencari pelayanan kesehatan,” tegas Wahyudi.

Samurai mempertanyakan logika kebijakan tersebut. Pasien dan keluarga pasien datang ke rumah sakit bukan untuk mencari keuntungan, melainkan karena membutuhkan pelayanan kesehatan. Karena itu, menurut mereka, parkir berbayar berpotensi menambah beban masyarakat, terutama keluarga pasien yang harus berada di rumah sakit dalam waktu lama.

Samurai juga menyoroti sejumlah persoalan fasilitas dan kebersihan RSUD Labuha. Mereka meminta pemerintah tidak hanya mengejar potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi memastikan hak masyarakat atas pelayanan kesehatan yang layak terpenuhi.

Lima Tuntutan Samurai

Dalam aksi tersebut, Samurai Maluku Utara mendesak:

  1. Hentikan realisasi parkir berbayar di RSUD Labuha.
  2. Evaluasi Direktur RSUD Labuha.
  3. Tambah armada pengangkut sampah.
  4. Tingkatkan fasilitas dan kualitas pelayanan RSUD.
  5. Perbanyak tempat sampah B3 di lingkungan RSUD.

Wahyudi menegaskan, apabila pemerintah tetap memaksakan parkir berbayar, publik berhak mempertanyakan dasar hukum, mekanisme pemungutan, besaran tarif, pengelolaan serta penggunaan pendapatan dari kebijakan tersebut.

Samurai meminta pemerintah daerah tidak keliru menempatkan prioritas: rumah sakit harus menjadi tempat pelayanan dan keselamatan masyarakat, bukan ruang untuk memburu pemasukan dari pasien dan keluarga pasien.

Berita Lainnya

19 Oktober 2026

Rangkap Jabatan Guru PPPK Paruh Waktu dan BPD Desa Lele Disorot, Berpotensi Double Funding

19 Oktober 2026

Membangun Generasi Emas: Kapolres Halsel Jadi Pembina Upacara di SMAN 7 Lewat Program Polidik

18 Oktober 2026

Hasil Tes Urine KRYD Halsel: Kafe Fortune Jadi Sorotan.

17 Oktober 2026

Tujuh Menit Terakhir Irham Aljokja

17 Oktober 2026

Minta Nakes Humanis, Bupati Bassam Kasuba Pastikan Seluruh Warga Halsel Dapat Layanan Kesehatan Layak

16 Oktober 2026

Jalan Lingkar Makian Berpolemik, Tokoh Pemuda Siap Kawal Proyek Rp 10,5 Miliar

Trending

Membangun Generasi Emas: Kapolres Halsel Jadi Pembina Upacara di SMAN 7 Lewat Program Polidik

Hasil Tes Urine KRYD Halsel: Kafe Fortune Jadi Sorotan.

Tujuh Menit Terakhir Irham Aljokja

Minta Nakes Humanis, Bupati Bassam Kasuba Pastikan Seluruh Warga Halsel Dapat Layanan Kesehatan Layak